Pengumuman Resmi BPOM tentang Susu Formula Yang Tercemar Enterobacter Sakazakii

Pada tanggal 2 April 2008 BPOM telah menerbitkan surat yang berisi pengumuman uji sampel terhadap 96 merek susu formula bayi yang terdaftar, dimana inti dari surat tersebut adalah bahwa dari ke 96 sampel yang telah mereka uji tidak satupun dari sampel tersebut yang tercemar bakteri sakazakii.

Pengumuman resminya silahkan ke Pengumuman BPOM

Tips Mengurangi resiko kontaminasi bakteri pada Susu Formula Bayi

Untuk ibu menyusui tidaklah perlu khawatir akan resiko kontaminasi bakteri seperti pada susu formula bayi. Namun pada beberapa orang yang memiliki alasan bekerja sehingga tidak dapat menyusui anaknya, atau air ASInya tidak maksimal sehingga perlu dibantu susu fromula bayi, mungkin tips berikut ini dapat sedikit menolong.

Berikut ini adalah tips untuk mengurangi resiko kontaminasi pada susu formula bayi yang kami kutip dari SEHATBUGAR.org :

  1. Gunakan air masak dari sumber yang baik. Bila menggunakan air minum dalam kemasan, sebaiknya direbus lagi supaya lebih aman. Hindari pemakaian air sumur yang belum teruji kandungan unsur kimiawi maupun jasad reniknya.
  2. Sterilkan botol susu sebelum dipakai. Rebus botol dan dotnya dalam air mendidih selama beberapa menit untuk mematikan bakteri dan kuman lainnya.
  3. Sebelum menyiapkan susu, cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat, lalu lap sampai kering dengan handuk/tisu bersih. Tangan Anda dapat menjadi sumber kontaminasi. (Ibu-ibu seringkali tanpa sadar setelah mengganti popok lalu menyiapkan susu formula tanpa mencuci tangan dengan baik!).
  4. Periksa kondisi kaleng susu. Bila tidak terjadi “letupan kecil” saat kaleng susu dibuka, mungkin ada kebocoran. Jangan berikan kepada bayi susu formula yang kemasannya telah rusak.
  5. Siapkan susu formula secukupnya. Susu yang sudah disiapkan harus segera diberikan kepada bayi. Jangan membiarkan susu formula dalam suhu ruangan terlalu lama. Susu formula yang berada di ruang terbuka lebih dari dua jam harus dibuang. Bila disimpan dalam kulkas, selalu cek kembali kondisinya sebelum diberikan kepada bayi dan harus dibuang setelah melewati 24 jam. Beberapa jenis bakteri dapat hidup dan berkembang biak dalam suhu rendah.
  6. Jangan menyimpan sisa susu yang sudah diberikan kepada bayi. Buang sisa susu yang tidak habis diminum bayi. Susu tersebut mungkin telah terkena bakteri dari liur dan mulut bayi.
  7. Bila dalam perjalanan, jangan menyimpan botol steril Anda di tempat yang sama dengan popok atau baju kotor. Simpan botol di tempat tersendiri yang terisolasi dengan aman.

Note : Sebaiknya tetap memakai ASI.

Hati-hati! Daftar Susu Formula Tercemar Enterobacter sakazakii tidak resmi

Beredarnya daftar susu yang tercemar Bakteri Entrobacter sakazakii dengan menyebutkan produk, cukup membuat saya terkaget-kaget. Mengapa demikian sebab badan resmi yang seharusnya mengeluarkan pengumuman tentang hal tersebut yaitu BPOM hingga saat ini masih melakukan pemeriksaan. Hingga tanggal 15 Maret 2008, BPOM telah memeriksa 38 sample yang dinyatakan bebas bakteri tersebut dari sekitar 98 sample, sisanya saat ini sedang dalam pemeriksaan laboratorium. Waktu untuk pemeriksaan ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan.

Jadi daftar yang beredar saat ini seperti yang dirilis oleh beberapa blog yang “katanya” bersumber dari “peneliti IPB’ dengan menyebutkan merek susu itu, harus kita waspadai jangan sampai ini termasuk strategi “perang dagang” dan kita masuk didalamnya sebagai katalisator. Sehingga merek susu yang dimaksud (sebagian besar dalam negeri) akan kehilangan pangsa pasar.  Hal ini sangat berbahaya karena akan mengakibatkan dampak sosial dan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan yang dimaksud.  Sementara penelitian tersebut baru diambil dari satu penelitian, sedangkan belum ada pembanding yang menyatakan hal yang sama untuk kasus yang sama.   Jika memang terbukti benar daftar yang beredar di Blog tersebut dan telah diumumkan oleh BPOM, maka pemerintah sebaiknya mengambil langkah tegas terhadap produsen yang dimaksud.

Memang saya sendiri melihat kelemahan BPOM adalah mereka tidak segera mengumumkan hasil uji laboratorium mereka sebelumnya sesuai periode jangka waktu pemeriksaan atau mengapa reaksinya terhadap kasus ini begitu lambat. Hal ini bisa saja dimanfaatkan oleh para produsen susu formula bayi untuk saling menjatuhkan pesaing mereka, yang jadi korban juga akhirnya adalah para produsen itu sendiri dan konsumen yang bingung menunggu ekspose hasil pemeriksaan BPOM.

Blog ini sendiri belum menampilkan daftar susu formula bayi yang tercemar oleh bakteri sakazakii, walaupun ada mendapatkan info via email atau sms bahkan lewat komentar di blog ini. Hal ini demi menjaga agar konsumen tidak lebih panik, dan menghindari berita yang simpang siur. Kami akan menunggu kabar resmi dari BPOM sebagai pembanding data dari IPB. Sebaiknya ibu-ibu yang memiliki bayi mulai memikirkan untuk kembali ke ASI, sambil menunggu pengumuman daftar susu yang tercemar Enterobackter sakazakii.

Berita Terkait :

ANTARA News
Tempointeraktif
BANTAHAN DR. SRI ESTUNINGSIH peneliti susu formula bayi tercemar bakteri sakazakii dari IPB

 

Tips Memilih Susu Formula Bayi yang Cocok

Berikut ini adalah tips bagi ibu-ibu yang memakai susu formula bayi untuk menggantikan ASI (sebaiknya diusahakan agar bayinya dapat minum ASI). Tips ini kami kutip dari Tabloid Nova No.1044/XXI tanggal 25 Februari-25 Maret 2008 pada artikel dengan judul ” cara bijak pilih susu formula”.

  1. Pilih yang kandungan nutrisinya paling lengkap, tapi harganya paling ekonomis diantara susu sejenis yang tersedia
  2. Kenali bayi Anda, sehingga bisa memilih susu yang cocok. Bila dia hiperaktif, beri susu yang sesuai agar tak menjadi semakin aktif dan akhirnya membuat tubuhnya kurus
  3. Jangan asal meniru orang lain dalam memilih susu formula. Sebab, reaksi bayi terhadap merek tertentu tak selalu sama. Bila reaksinya tidak bagus atau menyebabkan diare, hentikan segera.
  4. Jangan menggonta-ganti susu formula, terutama bila anak mudah diare. Sering diare akan mengganggu pertumbuhan bayi

 

Guyon SUSU : MAAF SAYA BUKAN IBUNYA

SEorang ibu muda tergopoh…gopoh membawa seorang bayi ke tempat praktek dokter spesialis anak.

Ibu Muda : Dok….anak ini kehilangan berat tubuh 3 ons setiap minggu

Dokter Anak : sudah Berapa Lama…?

Ibu Muda : 2 minggu

Dokter lalu menyuruh si Ibu Muda Rebah, lalu membuka kancing baju dan membuka branya…lalu si Dokter anak menekan payudara ibu itu, untuk mengetahui apakah ASi si Ibu ada

Dokter Anak : Wah…ini biasa Bu, payudara ibu tidak mengeluarkan ASI

Ibu Muda : Ya…Jelas tidak Dok, saya kan bukan ibunya, bayi itu saudara perempuan saya

Dokter Anak :???????

DAFTAR SUSU FORMULA BAYI AMAN dan TIDAK AMAN MENYESATKAN

Beberapa email dan milis bahkan artikel blog ada yang telah merilis daftar susu formula bayi yang “aman” dan “tidak aman”, bahkan menurut BPOM beberapa diantaranya mengaku dari BPOM. Hal ini kemudian dibantah oleh Husniah Rubiana Thamrin Akib Selaku KEPALA BPOM, menurutnya informasi yang mengatasnamakan BPOM itu tidak bertanggung jawab.

Selain membantah hal tersebut diatas , Husniah juga mengatakan dalam konferensi pers membahas pemberitaan mengenai hasil penelitian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mendapati sebagian susu formula serta makanan bayi yang tercemar bakteri E. Sakazakii tersebut bahwa ,

“Pengawasan produk pangan termasuk dilaksanakan secara rutin terhadap berbagai cemaran. Dalam hal ini, susu formula dan makanan bayi termasuk prioritas untuk dilakukan pengujian,”

Menurutnya ada tiga penyebab bayi terkontaminasi mikroba dari susu formula yaitu karena bahan baku yang tercemar, kontaminasi saat pasteurisasi, dan kontaminasi saat penyiapan susu kepada bayi.

Sumber : Silahkan Klik Disini

yang Lain : BADAN POM Lakukan Total Sampling SUSU FORMULAJubir IPB: Penelitian Susu Formula Dilakukan Tahun 2003