Susu Yang Perlu Diwaspadai

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa susu adalah salah satu keajaiban alam yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Di dalam cairan berwarna putih yang dihasilkan oleh mamalia itu terdapat kandungan gizi yang sangat lengkap dan baik serta sangat bermanfaat bagi manusia. Tetapi jika kurang waspada, susu yang sangat baik itu bisa diproses menggunakan bahan-bahan haram.

Masyarakat kini sudah jarang mengkonsumsi susu dalam bentuk segar (fresh milk). Kebanyakan susu yang diminum adalah susu olahan, seperti susu pasteurisasi, susu bubuk atau susu kental manis. Dalam bentuk olahan tersebut susu sudah mengalami proses perjalanan yang cukup panjang. Proses pengolahan inilah yang memungkinkan masuknya unsur haram atau yang meragukan ke dalam produk tersebut.

Susu olahan yang beredar di pasaran saat ini kebanyakan adalah susu formula. Artinya susu tersebut sudah mengalami pencampuran dengan bahan-bahan lain sesuai dengan formula yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan. Maka dikenal adanya susu dengan kalsium tinggi untuk orang tua, susu dengan vitamin tertentu untuk pertumbuhan anak-anak, susu dengan lemak rendah untuk diet, dan seterusnya. Semua ditawarkan dengan keunggulan dan kegunaan masing-masing, lengkap dengan rasa dan aroma yang berbeda-beda. Ada yang rasa cokelat, rasa strawberry, rasa vanilla dan sebagainya.

Masyarakat sering dibuat bingung oleh banyaknya pilihan yang ditawarkan para produsen susu tersebut. Apalagi dengan iklan dan iming-iming yang katanya bisa membuat anak jadi cerdas, pintar dan berprestasi. Susu untuk manula (manusia usia lanjut) juga digambarkan dapat mencegah tulang keropos, anti penuaan dan menjaga badan tetap segar. Sementara beberapa vitamin tertentu dalam produk tersebut juga digambarkan dapat memacu pertumbuhan anak, meningkatkan pertumbuhan tulang dan gigi.

Proporsional
Dalam menanggapi gencarnya iklan dan promosi produk susu tersebut, konsumen sebaiknya bersikap proporsional. Bahwa susu memang mengandung zat-zat gizi yang berguna bagi manusia, hal itu sudah menjadi kemakluman bersama. Satu hal yang perlu diluruskan adalah bahwa segala sesuatu bekerja secara alamiah, tidak instan. Kalau anak Anda minum susu secara teratur, maka badan anak tersebut akan sehat dan kuat. Itupun jika dibarengi dengan makanan lainnya yang seimbang antar karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin dari berbagai sumber. Tetapi jika hanya minum susu ansih, maka mustahil hal itu bisa terwujud.

Demikian juga ketika anak Anda sehat dan kuat, maka peluang untuk menjadi anak yang cerdas dan pintar akan terbuka lebar. Tetapi jika tidak dibarenhgi dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh, mustahil anak akan menjadi pintar. Sementara ini ada pandangan yang kurang tepat, ketika seorang anak kecil sudah diberi susu cukup bahkan berlebih, maka tugas orang tua sudah dianggap selesai. Sehingga mereka mau membeli produk tersebut meskipun harganya luar biasa mahal.

Titik Kritis
Di samping menanggapi secara proporsional, susu juga perlu dilihat dari kacamata halal dan haram. Memang pada dasarnya susu sapi atau kambing adalah halal. Hampir tidak ada susu babi yang dipasarkan dan dikonsumsi manusia. Namun selama proses produksi, susu ternyata mengalami berbagai tahapan yang memungkinkan masuknya unsur-unsur ke dalam produk tersebut.

Salah satu proses yang cukup kritis adalah pemisahan antara whey dan keju. Keju merupakan produk olahan susu yang bernilai ekonomi tinggi. Proses pemisahan keju ini melibatkan rennet yang bisa berasal dari lambung anak sapi, babi, atau produk mikrobial. Setelah keju dipisahkan, masih ada produk lain, yaitu whey. Whey ini masih mengandung laktosa tinggi, sehingga sering digunakan dalam produk-produk susu olahan atau susu formula. Meskipun hanya sebagai bahan penolong, namun penggunaan rennet yang tidak halal akan menyebabkan produk yang dihasilkannya tidak halal.

Selain itu untuk produk susu tertentu dengan kegunaan khusus sering ditambahkan bahan-bahan additive. Misalnya untuk susu bubuk instan, agar mudah larut ke dalam air maka ditambahkan bahan pengemulsi (emulsifier). Bahan pengemulsi ini juga bisa berasal dari bahan yang tidak halal, seperti monogliserida (dari lemak) ataupun lecitin (kadang-kadang juga ditambahkan enzim tertentu).

Pada susu formula yang diperuntukkan bagi anak-anak biasanya ditambahkan berbagai vitamin, seperti vitamin A, vitamin B1, B3, B6, B12, vitamin D dan vitamin E. Vitamin-vitamin tersebut biasanya kurang stabil selama proses pengolahan, sehingga perlu dilapisi atau dicoating. Bahan pelapis inilah yang bisa berasal dari gelatin, karagenan, gum atau pati termodifikasi. Gelatin bisa berasal dari tulang sapi atau babi.

Masih mengenai vitamin, sumber bahan tersebut juga perlu dicermati, apakah berasal dari bahan hewani ataukah produk mikrobial. Saat ini vitamin yang diperdagangkan secara internasional memang kebanyakan dari produk mikrobial. Oleh karena itu perlu dikaji, apakah media yang digunakan untuk pertumbuhan mikroba tersebut berasal dari bahan yang halal atau haram.

Pada susu formula juga sering ditambahkan berbagai macam mineral tambahan, seperti kalsium, besi dan mineral esensial lainnya. Sumber mineral ini ada yang berasal dari batu-batuan, ada juga yang diekstrak dari bahan-bahan organik, seperti susu, tanaman dan produk hewani. Misalnya kalsium yang diekstrak dari tulang binatang, baik yang halal maupun haram.

Dari berbagai kemungkinan masuknya unsur haram ke dalam susu olahan tersebut, maka sebaiknya konsumen muslim lebih berhati-hati. Apalagi dengan maraknya produk-produk impor yang belum semuanya mendapatkan sertifikat halal. Keunggulan dan kelebihan yang ditawarkan produsen melalui iklan yang gencar perlu dibarengi dengan kehati-hatian dalam memilih yang tepat dan benar-benar halal.

Sumber: Jurnal Halal LP POM MUI

Do You Need Milk?

Do You Need Milk?

by: Erleen Tilton

sciencedailydotcom.jpgMost of us have been raised on milk. Not only that, many of us have been raised with the “Basic Four Food Groups” and other dietary guidelines that recommend milk as one or our daily food needs. However, there is much we need to understand about milk and how if affects our bodies, what it does and does not provide, and how today’s dairy milk differs from the milk that used to be found on the farm or in the past.

Let’s first understand that we as humans are mammals. We are the only mammals who drink milk after we are weaned. We are the only mammals who drink milk from another mammal. We are the only mammals who drink pasteurized milk!

Baca lebih lanjut

Tahukah Kamu Apa Itu Lemak Susu?

ilridotorg.jpgKomposisi susu sapi terdiri dari?87% air, 9% padatan bukan lemak, dan sisanya 4% adalah lemak susu. Lemak susu tidak membahayakan bagi tubuh. Hanya 35% yang diduga dapat meningkatkan kolesterol, sedangkan sisanya 65% tidak memiliki efek buruk pada kesehatan.

Asam lemak linoleat yang terkonjugasi pada lemak susu berfungsi menghambat pembentukan tumor, menurunkan risiko beberapa penyakit seperti kanker, hipertensi, dan diabetes, serta dapat meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Kandungan asam butirat pada lemak susu memiliki daya cerna yang tinggi dan berperan sebagai anti kanker usus besar serta mendukung pertumbuhan bakteri baik di dalam tubuh.

Fosfolipid yang terdapat di dalam susu terdiri dari fosfatidil kolin (lesitin), sphingomyelin, fosfatidil inositol, dan fosfatidil serin yang berfungsi sebagai pelindung mukosa usus terhadap serangan bakteri patogen. Fosfolipid tersebut merupakan bagian terbesar penyusun otak, jaringan saraf, hati, otot, jantung dan sperma, serta dapat berfungsi sebagai anti kanker.

Di dalam susu terdapat kolesterol sebanyak 13 mg/100 ml, sedangkan dalam ASI sebanyak 10-140 mg/100 ml. Kolesterol berperan sebagai prekursor pembentukan asam empedu, hormon steroid, vitamin D dan otak serta berperan penting dalam sintesis DNA dan pembelahan sel. Kandungan AA (arachidonic acid) dan DHA (docosa hexaenoic acid) di dalam susu berfungsi untuk memelihara fungsi sel-sel otak dalam pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf pusat dan sintesis prostaglandin.? ?

di kutip dari sumber : http://www.info-sehat.com/content.php?s_sid=863

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.